Review Kung Fu Soccer (2026): Spin-off Shaolin Soccer yang Panen Kontroversi

Dua puluh lima tahun setelah Shaolin Soccer mengguncang layar bioskop dunia, Stephen Chow kembali dengan spin-off berjudul Kung Fu Soccer,
kali ini menghadirkan tim sepak bola perempuan bernama Emei yang menggunakan jurus kung fu di lapangan hijau.
Film ini sudah tayang di China sejak 11 Juli 2026 dan mulai merambah bioskop kawasan Asia lainnya, termasuk Indonesia.
Formula Lama yang Terasa Kurang Segar
Sayangnya, menurut sejumlah kritikus, Kung Fu Soccer gagal menangkap kembali keajaiban yang membuat Shaolin Soccer jadi klasik.
Kritikus South China Morning Post menyebut lelucon-leluconnya banyak yang terasa seperti pengulangan dari gimmick lama,
dengan visual efek stadion yang dinilai terasa seperti video game berusia dua dekade. Chow sendiri absen tampil di layar kali ini, f
okus sepenuhnya sebagai sutradara dan penulis naskah bersama komika Hunny Ho Wing-suen.
Meski begitu, bukan berarti film ini tanpa daya tarik. Format turnamen internasional sepak bola perempuan yang jadi latar cerita memberi ruang untuk berbagai momen aksi kung fu yang tetap menghibur bagi penggemar komedi slapstick khas Chow, terutama momen ketika tim Emei yang berisi perempuan pekerja biasa harus melawan tim-tim raksasa sebagai underdog.
Kontroversi di Luar Layar
Di luar soal kualitas cerita, Kung Fu Soccer justru lebih ramai dibicarakan karena kontroversi. Media Korea Selatan melaporkan gelombang kritik dari publik setempat terkait penggambaran tim sepak bola perempuan asal Korea dalam film ini, yang dinilai sebagian penonton terkesan merendahkan. Isu ini membuat film menjadi bahan perbincangan luas di media sosial Asia, bahkan sebelum penonton di banyak negara sempat menontonnya secara resmi.
Di platform Letterboxd, reaksi penonton pun terbelah. Sebagian menilai humornya memang khas Stephen Chow yang memang selalu mengandalkan komedi kartunis dan berlebihan, sementara sebagian lain merasa beberapa leluconnya melewati batas kepatutan.
Layak Ditonton?
Kung Fu Soccer paling cocok dinikmati penonton yang sudah menjadi penggemar gaya komedi Stephen Chow sejak lama dan tidak berekspektasi terlalu tinggi menyamai kualitas Shaolin Soccer. Bagi penonton baru, film ini bisa jadi pengalaman yang lebih membingungkan karena mengandalkan referensi humor yang sangat spesifik dan kontroversial.
Sumber:



