Sejak tayang perdana 3 September 2026, Munafik: Melawan Iblis terus bertahan di puncak box office horor Indonesia.
Namun di balik performa box office yang solid, respons kritikus dan penonton terhadap remake dari film horor Malaysia ini justru terbelah.
Remake dari Film Horor Malaysia yang Fenomenal

Munafik: Melawan Iblis adalah versi Indonesia dari Munafik, film horor Malaysia arahan Syamsul Yusof yang jadi fenomena box office di negara asalnya pada 2016.
Versi remake ini disutradarai Guntur Soeharjanto, dengan Arya Saloka dan Acha Septriasa sebagai pemeran utama, didampingi Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza.
Cerita mengikuti Adam, seorang ustaz yang berhenti melakukan ruqyah setelah kehilangan istrinya dalam kecelakaan tragis.
Ia kembali dipaksa menghadapi masa lalunya ketika diminta menyelamatkan Fitri, seorang perawat yang diteror kekuatan gaib,
hingga akhirnya mengungkap rahasia gelap di balik teror tersebut.
Kritik: Jumpscare Generik dan Drama Berlebihan
Sejumlah review penonton menyoroti pendekatan horor film ini yang dianggap terlalu mengandalkan jumpscare standar khas horor lokal,
tanpa elemen kejut yang benar-benar segar. Adegan-adegan emosional menjelang akhir cerita juga dinilai berlebihan hingga terasa seperti sinetron,
bahkan disebut membuat sebagian penonton bioskop memilih keluar sebelum film usai.
Perbandingan dengan versi aslinya pun tak terhindarkan. Sebagian penonton yang sudah menonton Munafik versi Malaysia merasa remake ini tidak
menghadirkan sesuatu yang baru, dengan pola cerita dan ketegangan yang terasa senada dengan versi originalnya.
Sisi Positif: Akting Acha Septriasa Jadi Sorotan
Di tengah kritik tersebut, penampilan Acha Septriasa sebagai Fitri mendapat banyak pujian, khususnya di adegan-adegan ruqyah yang dianggap sebagai
momen paling kuat sepanjang film. Sejumlah penonton juga mengapresiasi plot twist berlapis yang dihadirkan menjelang akhir cerita,
meski penyampaiannya dianggap kurang rapi.
Dari sisi produksi, keputusan menggarap remake ini dinilai wajar mengingat versi originalnya memang punya basis penggemar kuat di Asia Tenggara,
sehingga potensi menarik penonton ke bioskop tetap besar meski responsnya beragam.
Layak Ditonton atau Dilewatkan?
Bagi penggemar horor lokal yang mencari tontonan santai dengan formula yang sudah familiar, Munafik: Melawan Iblis tetap bisa jadi pilihan akhir pekan yang cukup menghibur. Namun bagi penonton yang berharap sensasi baru dari genre eksorsisme, film ini mungkin terasa kurang memberikan kejutan.
Performa box office yang tetap solid menunjukkan formula horor religi masih jadi magnet besar bagi penonton bioskop Indonesia, terlepas dari beragamnya penilaian kritikus terhadap kualitas cerita dan eksekusinya.



